jika kau suka hujan
akupun sama,
tapi jika aku menyukaimu,
apakah sama juga jawabmu?
mendung kala malam datang dan gemuruh jadi satu
layaknya sebuah rindu yang ku redam sendiri
merinduimu bukan sebagai kekasih namun..
sebagai bagian hidup tanpa ada komitmen.
aku rapuh, sama sepertimu
namun kau masih kuat, mampu berjuang melihat wajahku
kala lelah dan kau masih mengarungi panjangnya jalan
di tengah sepi dini hari dan takutmu untuk bertemu denganku
apa kata yang pantas ku hadiahkan padamu
sedang kau begitu banyak melampaui ekspentasiku
sedang kau begitu banyak membuatku kagum
bagaimana sikapmu membuatku bangga padamu
pagi tiba kau masih terlelap dalam mimpi
memeluk erat dalam dekapan fiksi beberapa bulan lalu
dan kini berganti tahun yang menyimpan banyak rindu
untuk diulas kembali pada tahapan yang sudah tak sama lagi.
jika membayangkanmu, senyum ini mengembang
antara senang dan ingin ada kamu
namun cerita kita tergambar dalam visual yang terbatas
bukan seperti ingin kita, yang setiap saat ingin mengadu perasaan.
jika difikir berat, kisah ini berat
namun ku jalani dengan berfikir membahagiakanmu
juga bagian dari kebutuhanku.
lalu apakah kita juga akan jadi halal nantinya?
aku masih menunggu jawab Tuhan di sudut ruang gelap ini dengan berlinang air mata.
jika saja dunia tak sekejam ini maka tanganku takkan pernah mengenal arti menulis. takkan ada cerita dibalik diary elektronik ini. bagiku kata -kata indah mampu menghapus perihku
Senin, 29 Januari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUKUMAN ATAS KEKECEWAAN
hai.. aku berjalan mundur ke tahun dimana aku dan kamu bertemu dalam keheningan dan senyum yang dulu selalu hadir hai... aku ...
-
dari sekian banyak hari terlewati hanya ada lagu sendu mengiri dentuman jantungku jika sebuah benda kecil ini penghantar suara di telingak...
-
Ku haus dalam rindu yang tak bisa ku sampaikan lewat kata pada jarak yang pernah ku buat dan ku tinggalkan sendiri aku yang memaksa p...
-
tak usah berharap dunia ini kan adil padamu tak usah beranggapan bahwa dunia juga akan menggenggamu ketika jatuh dunia itu kejam sekejam ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar