Kamis, 02 November 2017

SETENGAH DARI RIBUAN PUISI YANG TAK TERSAMPAIKAN

bermula dari apa yang pernah ku pandang,
bagian dari matamu yang paling dalam
saat pertemuan kita dan saat perpisahan
dan saat dimana kamu sudah pergi dari ingatan,

yang tercinta,,
mungkin sudah lewat waktunya 
sudah lewat waktunya aku bersajak untukmu
sudah waktunya aku berhenti memiliki kenangan akanmu

jika dulu ribuan detik pernah jadi saksi
bagian dari seujung rindu yang tak pernah lelah
jika dulu berkali kali bibir ini menyebut nama
yang tak terganti dengan nama yang lain.
apakah sama rasanya jika mengulangnya di waktu sekarang.

di akhir malam...
kau membuatku meringkuk dalam kesepian,
jika dulu pernah memilikimu.. 
mengapa kini memilikimu hanyalah seperti mimpi??

malam hanya diam
jika ku tanya tentangmu, ia hanya membuatku
seribu kali berfikir dimana letak cintamu
tanpa memberi jawab bahwa kau sudah lama meninggalkanku

setahun berlalu,,
dan tahun demi tahun telah berputar,,
sajakku yang sudah menjadi tumpukan puisi 
akan ku kemanakan?
sedang ribuan lembar dari setengahnya belum tersampaikan padamu

bukan maksud aku mengulik kisah kita
dimana aku maju dan kita hanya sebatas senyum yang sudah usang 
masa lampau tentangmu..
dan aku masih menyimpannya rapi di hati.

berapa waktu lama lagi aku harus menginjakkan kaki
tanpa bayang - bayang masalalumu 
dan kini kau sudah menggemgam hati lain
akupun jua, tapi kisah kita dan kenangan kita lenyap seakan kau tak menginginkannya ada.

HUKUMAN ATAS KEKECEWAAN

hai.. aku berjalan mundur ke tahun dimana aku dan kamu bertemu dalam keheningan dan senyum yang dulu selalu hadir hai...  aku ...